Kamis, 05 April 2012

TITRASI ASAM BASA

Menentukan Kadar CH3COOH Dalam Cuka Dapur
      I.                        Tujuan
Menentukan kadar CH3COOH.
   II.                        Dasar Teori
Asam dapat ditentukan konsentrasinya dengan cara menitrasi larutan tersebut dengan larutan standar basa menggunakan indicator PP untuk mengetahui titik akhir titrasi.
III.                        Alat dan Bahan
1.      Tabung reaksi 3 buah
2.      Pipet tetes 2 buah
3.      Gelas ukur 10 ml
4.      Larutan NaOH 0,1 M dan Aquades
5.      Cuka 1, 2, 3
6.      Indikator PP
IV.                        Cara Kerja
1.      Ambil 2 tetes cuka dapur encerkan hingga menjadi 10 ml.
2.      Ambil cuka yang telah diencerkan tadi sebanyak 20 tetes masukkan ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 2 tetes indikator PP.
3.      Titrasi larutan No. 2 dengan larutan NaOH 0,1 M tetes demi tetes sambil dikocok-kocok hingga terjadi perubahan warna.
4.      Catat hasil pengamatan yaitu jumlah tetes NaOH 0,1 M dan ulangi percobaan sampai 3 kali.
   V.                        Hasil Pengamatan

Cuka 1
NO
Volume larutan CH3COOH yang digunakan
Volume larutan NaOH yang digunakan
Volume NaOH rata-rata
1
20 tetes
4 tetes
5 tetes
2
20 tetes
6 tetes
3
20 tetes
5 tetes

Cuka 2
NO
Volume larutan CH3COOH yang digunakan
Volume larutan NaOH yang digunakan
Volume NaOH rata-rata
1
20 tetes
5 tetes
5 tetes
2
20 tetes
5 tetes
3
20 tetes
5 tetes




Cuka 3
NO
Volume larutan CH3COOH yang digunakan
Volume larutan NaOH yang digunakan
Volume NaOH rata-rata
1
20 tetes
8 tetes
8        tetes
2
 20tetes
8 tetes
3
 20 tetes
     7 tetes
Catatan: 1ml = 20 tetes
VI.                        Pertanyaan
1.      Hitung M CH3COOH hasil mengenceran!
2.      Hitung M CH3COOH sebelum diencerkan!
3.      Tentukan kadar CH3COOH dalam cuka dapur jika diketahui ρ cuka = 1 gr/ml!

Jawab:
a.       Cuka 1
Volume NaOH = 5 tetes
= 5/20
= 0,25 ml
CH3COOH + NaOH   CH3COONa + H2O
Mol NaOH= 0,25 ml x 0,1M
= 0,025 mmol
Mol CH3COOH = 1/1 x 0,025 = 0,025 mmol
M CH3COOH = 0,025 mmol / 1ml
= 0,025 M
M1.V1 = M2.V2
M1 0,1 = 0,025 . 10
   M1    = 0,025 . 10 / 0,1
= 2,5 M
Kadar   = M . mr / 10 . ρ
             = 2,5 .60 / 10 . 1
             = 15%
b.      Cuka 2
Volume NaOH = 5 tetes
= 5/20
= 0,25 ml
CH3COOH + NaOH   CH3COONa + H2O
Mol NaOH= 0,25 ml x 0,1M
= 0,025 mmol
Mol CH3COOH = 1/1 x 0,025 = 0,025 mmol
M CH3COOH = 0,025 mmol / 1ml
 = 0,025 M
M1.V1 = M2.V2
M1 0,1 = 0,025 . 10
   M1    = 0,025 . 10 / 0,1
= 2,5 M
Kadar = M . mr / 10 . ρ
            = 2,5 .60 / 10 . 1
            = 15%
c.       Cuka 3
Volume NaOH = 8 tetes
= 8/20
= 0,4 ml
CH3COOH + NaOH   CH3COONa + H2O
Mol NaOH= 0,4 ml x 0,1M
= 0,04 mmol
Mol CH3COOH = 1/1 x 0,04 = 0,04 mmol
M CH3COOH = 0,04 mmol / 1ml
= 0,04 M
M1.V1 = M2.V2
M1 0,1 = 0,04 . 10
   M1    = 0,04 . 10 / 0,1
= 4 M
Kadar = M . mr / 10 . ρ
            = 4  .60 / 10 . 1
            = 24%

VII.                        Kesimpulan
Kadar atau konsentrasi CH3COOH (asam) dapat ditentukan melalui proses titrasi, yaitu dengan mereaksikan CH3COOH (titrat) yang ditambah 2 tetes indicator PP dengan NaOH (titran). Titrasi harus dihentikan bila larutan CH3COOH yang dicampurkan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi pink. Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari CH3COOH tersebut, sehingga harus sangat berhati-hati melakukan praktikum ini. Setelah volume NaOH diketahui, baru konsentrasi CH3COOH bisa dihitung dan selanjutnya dicari kadar dalam larutan.
Konsentrasi CH3COOH pada cuka 1 dan cuka 2 sebesar 15%. Dan konsentrasi CH3COOH pada cuka 3 sebesar 24%.

riskyy: laporan percobaan

riskyy: laporan percobaan: LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DISUSUN OLEH: NAMA            :                                                    NO   ...

Jumat, 17 Februari 2012

laporan percobaan

LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA





DISUSUN OLEH:
NAMA            :                                                   
NO                    : 
KELAS             : 
KELOMPOK   : 




Praktikum Reaksi dalam Larutan Elektrolit
                   I.            Tujuan
Mempelajari berbagai reaksi dalam larutan Elektrolit.
                II.            Dasar Teori
Tidak setiap zat yang dicampur akan bereaksi. Reaksi dalam larutan Elektrolit dapat berlangsung apabila ada ion yang meninggalkan larutan, misalnya karena bergabung dengan ion lain membentuk senyawa baru yang ditandai dengan adanya perubahan warna, terbentuknya gas atau terbentuknya endapan.
             III.            Alat / Bahan
1.      Tabung reaksi 5 buah
2.      Pipet tetes
3.      Pualam (CaCO3) dan logam Mg
4.      Larutan HCl, CuSO4, NaOH, Pb(NO3)2, KI, AgNO3, K2Cr2O7 (masing-masing 0,5M).
             IV.            Langkah Kerja
1.      Reaksikan beberapa butir pualam dengan larutan HCl ± 2 ml
2.      Reaksikan ± ½ cm logam Mg dengan larutan HCl ± 2 ml
3.      Reaksikan larutan CuSO4 dengan larutan NaOH
4.      Reaksikan larutan Pb(NO3)2 dengan larutan KI
5.      Reaksikan larutan AgNO3 dengan larutan K2Cr2O7
                V.            Hasil Pengamatan
Percobaan
Zat yang direaksikan
Gejala / perubahan yang terjadi
1
CaCO3(s) + HCl(aq)
Ada gelembung, hal tersebut disebabkan terbentuknya gas.
2
Mg(s) + HCl(aq)
Ada gelembung, hal tersebut disebabkan terbentuknya gas.
3
CuSO4(s) + NaOH(aq)
Berubah warna menjadi biru muda dan terbentuk endapan.
4
Pb(NO3)2(aq)  + KI(aq)
Berubah warna menjadi kuning dan terbentuk endapan
5
AgNO3(aq) + K2Cr2O7(aq)
Berubah warna menjadi merah bata dan terbentuk endapan

             VI.            Pertanyaan
1.      Tulis persamaan reaksi dari 5 percobaan tersebut dan tulis juga persamaan reaksi ionya!
Jawab:
a.       Reaksi rumus: CaCO3(s) + 2HCl(aq)          CaCl2(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Reaksi ion lengkap: CaCO3(s) + 2H+(aq) + 2Cl-(aq)         Ca2++2Cl-(aq) + H2O(l) + CO2(g)
Reaksi ion bersih: CaCO3(S) + 2H+(aq)         Ca2+ + H2O(l) + CO2(g)

b.      Reaksi rumus: Mg(s) + 2HCl(aq)            MgCl2(aq) + H2(g)
Reaksi ion lengkap: Mg(s) +2H+(aq) + 2Cl-(aq)         Mg2+(aq) + 2Cl-(aq)  + H2(g)
Reaksi ion bersih: Mg(s) +2H+(aq)               Mg2+(aq) + H2(g)

c.       Reaksi rumus: CuSO4(s) + 2NaOH(aq)          Cu(OH)2(s) + Na2SO4(aq)
Reaksi ion lengkap: CuSO4(s) + 2Na+(aq) + 2OH- (aq)         Cu(OH)2(s) + 2Na+(aq) + SO42-(aq)
Reaksi ion bersih: CuSO4(s) + 2OH- (aq)         Cu(OH)2(s) + SO42-(aq)

d.      Reaksi rumus: Pb(NO3)2(aq)  +2 KI(aq)           PbI2(s) + 2KNO3(aq)
Reaksi ion lengkap: Pb2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + 2I-(aq)             PbI2(s) + 2K+(aq) +2NO3- (aq)
Reaksi ion bersih: Pb2+(aq) + 2I-(aq)           PbI2(s) + 2K+(aq)

e.       Reaksi rumus: 2AgNO3(aq) + K2Cr2O7(aq)            Ag2Cr2O7(s) +  2KNO3(aq)
Reaksi ion lengkap: 2Ag+(aq) + 2NO3-(aq) + 2K+(aq) + Cr2O72-(aq)    Ag2Cr2O7(s) + 2K+(aq)  + 2NO3-(aq)
Reaksi ion bersih: 2Ag+(aq)  + Cr2O72-(aq)            Ag2Cr2O7(s)

2.      5,4 gram logam Al (Ar = 27 ) direaksikan dengan larutan asam sulfat encer secukupnya.
a.       Tulis persamaan reaksinya,
b.      Berapa liter gas H2 yang dihasilkan pada 00 C, 1atm.
Jawab: a. 2Al(s) + 3H2SO4(aq)           Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g)
            b. mol Al = 5,4 gram : 27 gram/mol
 = 0,2 mol
 mol H2 = 3/2 x 0,2 mol
 = 0,3 mol
 P.V         =    n.R.T
1atm x V = 0,3mol x 0,082L atm/mol K x 2730 K
            V = 6,7158 L
          VII.            Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari percobaan di atas adalah:
*      Apabila CaCO3 dan Mg direaksikan maka terbentuk gelembung gas.
*      CuSO4(s) + NaOH(aq) reaksi ini menimbulkan endapan namun lama kelamaan hilang dan berwarna biru muda.
*      Pb(NO3)2(aq)  + KI(aq) reaksi ini menimbulkan endapan dan berwarna kuning.
*      AgNO3(aq) + K2Cr2O7(aq) reaksi ini menimbulkan endapan dan berwarna merah bata.





Praktikum Titrasi Asam Basa
       I.                        Tujuan
Menentukan kemolaran larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1M.
    II.                        Dasar Teori
Asam dapat ditentukan konsentrasinya dengan menggunakan larutan standard.
 III.                        Alat dan Bahan
1.      Tabung reaksi
2.      Pipet tetes
3.      Gelas ukur
4.      Larutan NaOH 0,1 M
5.      Larutan HCl
6.      Indikator PP
 IV.                        Cara Kerja
1.      Masukkan 20 tetes larutan HCl ke dalam tabung reaksi kemudian tambahkan 2 tetes indikator PP.
2.      Titrasi dengan larutan NaOH 0,1 M tetes demi tetes hingga terjadi perubahan.
3.      Catat jumlah tetes NaOH 0,1 M yang dibutuhkan.
    V.                        Hasil Pengamatan
NO
Volume larutan HCl yang digunakan
Volume larutan NaOH yang digunakan
Volume NaOH rata-rata
1
20 tetes
11 tetes
6,75 tetes
2
20 tetes
2 tetes
3
20 tetes
6 tetes
4
20 tetes
8 tetes
Catatan: 1 ml = 20 tetes
 VI.                        Pertanyaan
1.      Tentukan volume rata-rata NaOH yang digunakan!
Jawab: volume rata-rata NaOH yang digunakan sebanyak 6,75 tetes.
6,75 tetes = 0,33 ml.
2.      Tentukan jumlah mol NaOH yang ditentukan!
Jawab: n NaOH = M . V
                          = 0,1 . 0,33 x 10-3
                          = 0,33 x 10-4 mol
3.      Tentukan jumlah mol HCl berdasarkan perbandingan koefisien reaksi.
Jawab: NaOH(aq) + HCl(aq)     NaCl(aq) + H2O(l)
Jumlah mol HCl = 1/1 x 0,33 x 10-4 mol
 = 0,33 x 10-4 mol
4.      Tentukan kemolaran larutan HCl tersebut!
Jawab: M HCl = n/V
= 0,33 x 10-4 / 10-3
= 0,033 M

VII.                        Kesimpulan
1.      Volume NaOH yang digunakan sebanyak 0,33ml.
2.      Jumlah mol NaOH adalah 0,33 x 10-4 mol.
3.      Jumlah mol HCl adalah 0,33 x 10-4 mol.
4.      Kemolaran HCl sebesar 0,033 M.